Posts

Showing posts with the label ekonomi

Untuk Upaya Peningkatan Produksi Migas Nasional Sudah Tersedia Dana Rp26 Triliun

Image
Untuk Upaya Peningkatan Produksi Migas Nasional Sudah Tersedia Dana Rp26 Triliun. Peningkatan produksi minyak dan gas (migas) nasional menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi migas nasional adalah meningkatkan kegiatan eksplorasi. Selain mengalokasikan anggaran untuk peningkatan produksi migas nasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), saat ini Pemerintah juga sudah mengantongi komitmen kerja pasti sebesar USD 1,748 juta atau setara dengan Rp 25-26 triliun. Dahulu Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan eksplorasi migas sebesar Rp60-70 miliar setahun, anggaran ini tentu tidak mencukupi, karena untuk satu kegiatan eksplorasi migas untuk satu sumur (well) bisa Rp100 miliar, Rp200 miliar bahkan bisa Rp 300 miliar. “Kegiatan eksplorasi untuk satu lubang sumur di Indonesia diperkirakan menelan biaya sebesar USD 10 juta hingga 15 juta dan di offshore bisa sampai USD 50 juta hingga USD 60 juta...

Pengamat AAEI : Sentimen Positif Dalam Negeri Belum Mampu Bangkitkan Rupiah

Image
Pengamat AAEI : Sentimen Positif Dalam Negeri Belum Mampu Bangkitkan Rupiah. Pada penutupan perdagangan Selasa 23 Oktober 2018 kemarin, nilai tukar rupiah terhadap US$ ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen di level Rp15.192,. Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Berjangka atau AAEI, Reza Priyambada mengatakan, tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia dalam RDG-BI di level 5,75 persen, nyatanya tidak cukup kuat untuk mengangkat laju Rupiah yang kembali mengalami pelemahan tersebut. “Adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri tampaknya juga tidak cukup membantu bertahannya Rupiah di zona hijau,” kata Reza dalam pesan tertulisnya, Rabu 24 Oktober 2018. Reza menjelaskan, sentimen positif seperti adanya sejumlah laporan masa Pemerintahan Jokowi-JK yang marak diberitakan di berbagai media, serta penilaian BI yang melihat volatilitas Rupiah terjaga, nyatanya belum mampu mendongkrak rupiah. Tidak hanya itu, langkah BI bersama dengan 11 bank pelaku pasar utama di...

Optimis, Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Ekspor RI Ke Negara-negara OKI

Image
Optimis, Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Ekspor RI Ke Negara-negara OKI. Rosan P Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, optimistis, penyelenggaraan sidang tahunan The Islamic Chamber of Commerce Industry and Agriculture atau ICCIA yang digelar pada hari Selasa, 23 Oktober 2018, akan meningkatkan ekspor RI ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI hingga 10 persen. “Atau dua kali lipat dari tahun ini yang baru mencapai lima persen dengan total nilai ekspor mencapai US$23 miliar ke negara-negara OKI,” kata Rosan di Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018. Sidang Tahunan ICCIA yang berkonsep  business to business  (B2B) antara pengusaha Indonesia dan dari negara-negara OKI tahun ini, akan membahas soal pembangunan infrastruktur di Indonesia, perdagangan halal, serta ekonomi digital. Rosan pun menilai, acara ini akan menjadi era baru dalam membangun hubungan ekonomi dan bisnis yang lebih kuat dan lebih erat. Khususnya anta...

Pemanfaatan Lahan Rawa Untuk Pertanian Dinilai Sarat Dengan Pelanggaran Hukum

Image
Pemanfaatan Lahan Rawa Untuk Pertanian Dinilai Sarat Dengan Pelanggaran Hukum. Pemanfaatan lahan rawa menjadi area pertanaman produktif oleh pemerintah dinilai sarat dengan pelanggaran hukum. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menilai langkah Kementerian Pertanian yang telah menggunakan lahan rawa tersebut bertentangan dengan sejumlah regulasi. Salah satu aturan yang dilanggar adalah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan No. 73 Tahun 2013 Tentang Rawa yang harus menjadi perhatian. Koordinator JATAM Merah Johansyah mengatakan, Menteri Pertanian Amran tidak hanya membenturkan pemerintah dengan UU saja, program tersebut pun menunjukkan Kementerian Pertanian (Kementan) kehilangan kendali atas lahan pertanian. Di sisi lain, lanjut dia, program Kementan tersebut dapat merusak ekosistem alam di sekitar. Sehingga, bisa saja langkah tersebut rawan bencana ekologis di Indonesia. “Jadi program ini semakin menunjukkan Keme...

Kemenperin Terus Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Di Sektor Industri Kreatif

Image
Kemenperin Terus Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Di Sektor Industri Kreatif. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong lahirnya para wirausaha muda di sektor industri kreatif yang diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Upaya ini juga untuk mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2030. “Pada tahun 2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk usia produktif mencapai 64% dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang juga siap menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (23/10/2018). Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun, sedangkan pada 2...